Profil Kelompok LUMIRA


PROPIL KELOMPOK WANITA PENGOLAH IKAN ”LUMIRA”

A. Latar Belakang dan Pengukuhan Kelompok
Kelompok wanita pengolah ikan LUMIRA (Lubuk Pandan Mina Sejahtera) merupakan kelompok wanita yang pertama terbetuk di Nagari Lubuk Pandan. Terbentuknya kelompok ini atas dasar inisiatif dari kelompok ibu-ibu setelah beberapa kali dilatih oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten padang Pariaman, dimana ada keinginan serta dorongan yang kuat dari para ibu untuyk mengaplikasikan ilmu yang didapat pada beberapa pelatihan pengolahan hasil perikanan menjadi wujud nyata dalam bentuk usaha yang dibingkai dalam kelompok wanita pengolah ikan. Atas dasar dorongan dan keinginan serta diinisiasi melalui proses pembinaan oleh Pusat Pengembangan Penyuluhan Badang Pengembangan Sumberdaya Manusia kelautan dan Perikanan (BPSDM KP) maka akhirnya terlahir kelompok LUMIRA.
Inisiasi penumbuhan kelompook Lumira dilaksanakan beberapa kali termasuk dengan diskusi non formal serta secara formal dilaksanakan pertemuan untuk penumbuhan kelompok wanita pengolah ikan yang terlaksana pada tanggal 19 Mei 2009 di Sekretariat Gapokkan LUGAS. Pada kesempatan tersebut disepakat beberapa hal mengenai nama kelompok, yang akhirnya disepakati oleh semua anggota kelompok bernama LUMIRA yang merupakan kependekan dari Lubuk Pandan Mina Sejahtera (memiliki arti ibu-ibu wanita pengolah ikan di Nagari Lubuk Pandan akan sejahtera dengan usaha pengolahan ikan).
Pada acara penumbuhan kelompok sekaligus dipilih kepengurusan kelompok, dimana terpilih sebagai pengurus:
Ketua : Asnita Juita, S.Pi.
Sekretaris : Yeni Astuti
Bendahara : Asnawati

Berdasasrkan pada persyaratan yang ada dan kelengkapan-kelengkapan adaministrasi serta kemampuan dalam mengelola kelompok, maka dilaksanakan Pengukuhan Kelompok Lumira (Lubuk Pandan Mina Sejahtera) yang dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2009 bertempat di kantor Wali Nagari Lubuk Pandan.

Acara dihadiri oleh Kepasla SUPM Pariaman, Wakil dari Pusbangluh BPSDM KP (Ikhsan Haryadi, S.Pi.) Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Wali Nagari Lubuk Pandan, Kepala UPTD Wilayah III beserta staf, Pelaksana Prasasti Mina Kabupaten Padang Pariaman, PPL Pusbangluh, PPTK, Pengurus Gapokkan Lugas, Ketua-Ketua Kelompok Pelaku Utama di Lubuk Pandan serta Pengurus dan Anggota Kelompok Lumira.

B. Peningkatan Kapasitas Kelompok
1). Pelatihan Di UPT DKP Mendukung Prasasti Mina
Program Prasasti Mina Kabupaten Padang Pariaman, melalui kegiatan Pelatiahan di UPT DKP mendukung Prasasti Mina pada tanggal 28-29 Juli 2009 Telah mengadakan kegiatan Pelatihan Diiversifikasi Produk Olahan Ikan yang dilaksanakan di SUPM Negeri Pariaman. Peserta Pelatihan berasal dari Pelaku Utama (pengolah ikan) yakni kelompok “LUMIRA” (Lubuk Pandan Mina Sejahtera) yang baru dikukuhkan pada tanggal 19 Juli 2009. Jumlah peserta yang hadir pada pelatihan tersebut sebanyak 25 orang peserta. Materi yang disampaikan antara lain: 1. Pembinaan dari Dinas Koperasi perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Padang Pariaman, Dinas KP Padang Pariaman, 2. Diversifikasi Produk Olahan Ikan yang disampaikan oleh SUPM Pariaman, 3. Packing dan pemasaran. Dalam kesempatan pelatihan ini beberapa produk yang dilatihkan antara lain: Pembuatan Lele Asap, Nuget Ikan, Siomay Ikan, Rolade Ikan, Bakso Ikan dan Ketrampilan membuat Surimi sebagai bahan dasar olahan ikan.

2). Safari Diklat Teknis Pengolahan Ikan Lele dan Nila bagi Pengolah Hasil Perikanan di Kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat
Kegiatan ini terselenggara berdasarkan Surat Keputusan Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP) Medan No. KEP.81/BPPP-MDN/DL.320/VII/2009 tentang Penyelenggaraan Safari Diklat Teknis Pengolahan Ikan Lele dan Nila bagi Pengolah Hasil Perikannan di Kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat Tanggal 08 s/d 14 Agustus 2009.
Peserta pelatihan berjumlah 30 orang Pengolah Hasil Perikanan yang berasal dari Nagari Lubuk Pandan Kecamatan 2 X 11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat.
Instansi Penyelenggaraan pelatihan adalah Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP) Medan. Untuk kelancaran pelaksanaan latihan dibentuk susunan organisasi penyelenggaraan latihan yang bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat
Seluruh rangkaian kegiatan Safari Diklat Teknis ini merupakan implementasi dari salah satu rencana atau program Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Medan. Proses pembelajaran pendidikan dan latihan dilaksanakan dengan berpedoman pada jadwal kegiatan yang telah disusun oleh panitia yang tertuang dalam buku panduan.
Pada kegiatan awal pelatihan dimulai dengan acara pembukaan secara resmi oleh Kepala Dinas Kelautan Perikanan Kabupaten Padang Pariaman Bapak Ir. Nazran, MM, yang dihadiri oleh Perwakilan Kepala BPPP Medan Bapak Abdullah, A.Pi, M.MA, Ketua Pelaksana Pelatihan Bapak Bambang Priyatno, S.ST beserta beberapa panitia pelaksana Safari Diklat, Wali Nagari Lubuk Pandan Kecamatan 2 X 11 Enam Lingkung Kab. Padang Pariaman, para Widyaiswara dan Instruktur BPPP Medan, Selanjutnya pembekalan peserta melalui pembelajaran klasikal teori di aula Nagari Lubuk Pandan Kecamatan 2 X 11 Enam Lingkung Kab. Padang Pariaman. Untuk memaksimalkan pembelajaran peserta pada hari ketiga sampai hari ke enam dilaksanakan praktek lapangan pengolahan ikan lele asap, dendeng ikan nila, kerupuk ikan nila dan fish stick yang telah disiapkan panitia dengan menggunakan peralatan yang di bawa secara khusus dari BPPP Medan seperti Meat Chooper, peralatan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Padang Pariaman berupa Lemari Asap kapasitas 50 kg bahan baku dan alat-alat dapur yang di bawa oleh masing-masing kelompok, dimana dari 30 (tiga puluh) peserta dibagi menjadi 5 kelompok dengan jumlah peserta pada masing-masing kelompok sebanyak 6 (enam) orang. Selama kegiatan Praktek lapangan peserta sangat bersemangat, antusias, tekun dan rajin.
Sedangkan pada hari ketujuh sebelum dilaksankan penutupan diisi dengan pemberian materi (Narasumber) tentang Pemasaran oleh Ir. Nazran, MM, setelah materi tersebut dilaksanakan Penutupan secara resmi oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Padang Pariaman, yaitu Bapak Ir. Nazran, MM dan dihadiri oleh Wali Nagari Lubuk Pandan Kecamatan 2 X 11 Enam Lingkung Kab. Padang Pariaman, Widyaiswara dan Instruktur BPPP Medan, Panitia Pelaksana Diklat serta peserta Diklat. Sebagai pamungkas seluruh rangkaian kegiatan diklat, acara ini diakhiri dengan acara bazar sederhana yang menampilkan produk-produk hasil olahan peserta dengan pengepakkan yang secara khusus disediakan oleh panitia.

3). Pertemuan Rutin Kelompok

Pembinaan Rutin kelompok pada setiap bulan selalu dilaksanakan dengan menggunakan sekretariat kelompok yang menyatu dengan UPI (Unit Pengolahan Ikan) yang memungkinkan kegiatan dapat terintegrasi dengan kegiatan pengolahan. Pertemuan Kelompok LUMIRA secara rutin dilaksanakan pada tanggal 3 setiap bulannya dengan mengundang pihak nagari, Dinas KP Padang Pariaman, Kepala UPTD Perikanan Wilayah III serta Penyuluh Perikanan.

C. Produksi Hasil Olahan
Sejak berdiri/dikukuhkan pada tanggal 19 Juli 2009, kelompok Lumira senantias aktif dan terus belajar serta berupaya mengembangkan diri. Kerja keras dan kesungguhannya sempat tertahan akibat bencana gempa bumi yang terjadi di Sumbar pada tanggal 30 September 2009. Namun semangat kelompok kembali muncul pasca masa krisis akibat gempa sudah berlalu, sehingga pada akhir Bulan Desember kelompok ini mulai aktif kembali dan bisa mengembangkan sayap untuk memperluas pemasaran sampai pasar-pasar tradisional seperti Bukitinggi, Padang Panjang, Solok Selatan, Padang dan wilayah regional Sumatera lainya.
Produk yang dihasilkan oleh Lumira pun semakin bervariasi antara lain: Lele Asap, Cracker Ikan, Nugget Ikan, Bakso Ikan, Ladu Ikan, Abon Ikan, Kerupuk Ikan dan produk lain yang masih dalam pengembangan. Sampai saat ini produksi berupa bahan baku yang diolah kelompok mencapai 1,2 ton/bulan.

D. Permasalahan (kekurangan Pasokan Bahan baku)
Pasca gempa SUMBAR tanggal 30 September 2009 banyak bangunan dan tempat usaha yang rusak tanpa kecuali kolam-kolam tembok tempan produksi benih dan lele konsumsi. Beberapa bulan setelah gempa kekurangan lele untuk bahan baku lele asap dan olahan lainnya sangat terasa. Atas dasar permasalahan itu kelompok mencarikan solusi dan berinisiatif untuk mengembangkan budidaya lele dengan sistem kolam terpal

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s