Standarisasi Kemasan, Tingkatkan Daya Saing Produk UKM


KabarIndonesia – “Federasi Pengemasan Indonesia bersama pemerintah melakukan pemetaan untuk meningkatkan standar kemasan, khususnya bagi produk UKM,” kata Direktur Bidang Pengembangan Bisnis Federasi Pengemasan Indonesia (IPF), Ariana Susanti.

IPF adalah salah satu  organisasi di industri kemasan yang memiliki aktifitas penelitian dan pengkajian mengenai kemasan, bersama asosiasi lainnya dan tergabung dalam lembaga nirlaba Forum Grafika Digital (FGDforum).

Perkembangan beberapa waktu terakhir, kemasan polietilentereptalat (PET) untuk kosmetik terpengaruh krisis dan mengalami penurunan hingga 15 persen, ekspor kemasan kaleng (empty packaging) ke Australia juga turun 15-30 persen sehingga berbagai langkah strategis harus dilakukan.

Persoalan kemasan bagi produk UKM mendapat perhatian serius karena memiliki pasar yang sangat besar. Dengan peningkatan kualitas kemasan, diharapkan dapat memenuhi standar kemasan dan membuat produk UKM dapat bersaing di kawasan regional Asean.

Nilai tambah yang dihasilkan dari kemasan produk-produk UKM, juga akan memberikan kontribusi bagi peningkatan angka pendapatan industri kemasan nasional yang tahun lalu sebesar Rp 20 triliun dan tahun ini diprediksi mencapai Rp 22 triliun.

“Kami yakin, peningkatan standar kemasan bagi para pengusaha UKM dapat membuat mereka bersaing dengan beberapa negara di kawasan Asean,” Ariana Susanti meyakinkan sambil memberikan gambaran bahwa ketika krisis ekonomi 1998 menjejas semua sektor industri, bidang kemasan terutama UKM tetap survive dan mampu mempertahankan eksistensinya.

Saat ini, meski dalam kondisi seluruh dunia mengalami krisis financial global, namun industri kemasan yang produknya terserap dalam pasar lokal akan dapat bertahan. Data menunjukkan, tahun 2008 sekitar 70 persen industri kemasan terserap untuk produk makanan dan minuman.

Dari sisi material, industri kemasan nasional berbahan plastik menguasai total pasar industri kemasan hingga 51 persen, disusul kertas sebesar 26 persen, kaleng 17 persen, dan sisanya untuk gelas dan kaca. (*)

Foto: Packy, maskot industri kemasan nasional.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s