Fish and Chips, Cara Praktis Makan Ikan


Fish and Chips, Cara Praktis Makan Ikan

Fish and chips adalah makanan siap santap yang umumnya dibeli dari sebuah gerai penjualan khusus dan dinikmati ditempat lain.  Dalam bahasa “gaul”, toko yang menjual fish and chips disebut sebagai Chippy atau Chipper.

Menu asli fish and chips terdiri dari ikan ditepungi dan digoreng serta potongan kentang yang digoreng pula.  Menu tersebut dilengkapi dengan saus tartar atau mayonnaise, dan potongan jeruk lemon.  Ada pula sejumlah restaurant yang menyajikan menu tersebut, namun umumnya telah dilengkapi dengan salad.  Aslinya, menu tersebut berasal dari Inggris sekitar tahun 1850-an dan terus berkembang ke Negara persemakmuran tetapi sekarang telah mendunia.  Fish and chips adalah menu ikan “take away” yang paling pertama kali populer sebelum fish sandwich atau fish burger.

Ikan yang digunakan di negara asalnya tentu saja ikan dari daerah subtropis seperti cod, flake, Pollock, haddock, coley, skate, ray, atau plaice dan kingclip.  Namun sejalan dengan perkembangannya, ikan yang digunakan dapat bervariasi yang penting dapat dibentuk fillet.  Di Indonesia, fish and chips dapat pula ditemui di sejumlah restoran ikan.  Jenis fillet ikan goreng yang disajikan bervariasi dari mulai kakap, cucut, patin hingga nila. Jenis ini akan berlainan antar negara tergantung dengan ikan yang dominan di daerah yang bersangkutan.

Fish and chips menjadi makanan pokok diantara kelas pekerja pada paruh kedua abad ke-19 sejalan dengan perkembangan penangkapan ikan dengan menggunakan kapal pukat di Laut Utara dan perkembangan kereta api yang menghubungkan pelabuhan dengan berbagai kota. Di London, toko fish and chips pertama dibuka oleh pengusaha Yahudi bernama Joseph Malin yang mengkombinasikan ikan goreng a la Yahudi dengan chip goreng dari kentang.

Munculnya kentang goreng yang menemani gorengan ikan juga mempunyai cerita tersendiri.  Semula gerai kentang goreng dan ikan goreng tepung berjualan masing-masing secara terpisah, namun kemudian  keduanya digabungkan oleh seorang pengusaha dan menghasilkan kombinasi rasa yang enak dan memenuhi kebutuhan unsur protein dan karbohidrat.  Diduga kentang goreng berasal dari tradisi masyarakat Belgia.

Dalam sejarahnya, menu fish and chips yang sangat praktis terus berkembang.  Bahkan dalam Perang Dunia II, menu ini tetap eksis.  Di awal berdiri, peralatan yang digunakan untuk menjajakan produk masih sangat sederhana, dan produknyapun hanya dibungkus kertas koran atau kertas putih.  Namun seiring dengan perkembangan peralatan memasak dan kesadaran akan pentingnya sanitasi dan keamanan pangan maka gerai penjualan menu inipun mulai berbenah. Buat pembungkusnyapun bukan lagi kertas koran, namun kertas bersih untuk bungkus makanan.

Ternyata yang menyenangi menu goreng-gorengan tidak hanya masyarakat Asia, karena menu fish and chips mudah ditemui di seantero Eropa.  Chippy telah berkembang menjadi industri .  Yang pertama kali mengembangkan konsep “restoran ikan” adalah Samuel Issac yang menjalankan bisnis ikan secara grosir dan eceran yang berkembang sangat pesat di seluruh London dan Inggris bagian selatan di akhir abad ke-19.  Restoran pertamanya berdiri tahun 1896 dengan menyajikan menu fish and chipss, bread & butter dan teh seharga 9 pence.  Restoran dengan menu tersebut sangat popular sehingga dapat dengan mudah untuk perluasan cabang.

Meskipun harga menu yang ditawarkan relatif murah, namun Restoran Issacs lantainya berkarpet,  mejanya dibungkus dengan taplak putih, dan penyajian mekanan menggunakan table set.  Jadinya Restoran tersebut telah mengangkat menu fish and chipss ke”kelas” yang lebih tinggi namun tetap dengan harga terjangkau bagi kalangan pekerja.

Bentuk potongan kentang bervariasi, dari mulai bentuk stik, potongan besar-besar atau tipis2, tergantung selera.   Beberapa orang menyadari bahwa potongan besar mengandung lemak yang terserap dari minyak goreng lebih sedikit.

 Kompetisi Tahunan

Guna mempertahankan keberadaan menu fish and chips, setiap tahun diselenggarakan kompetisi yang disponsori antara lain oleh asosiasi para penggoreng ikan (fish fryiers), organisasi perikanan, Dewan Kentang Inggris, dan media massa.   Pemenangnya disebut sebagai Chippy Champion.  Perlombaan dilakukan secara ketat dengan para juri antara lain: pemenang Chippy Champion tahun sebelumnya dan wakil dari para industri yang bergerak di bidang perikanan atau semacam Gappindo di Indonesia, asosiasi perkentangan, media massa, organisasi perikanan serta chef ternama.

Perlombaan dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat distrik/regional, kemudian diseleksi menjadi 10 finalis yang akan bertarung dengan sangat ketat di ibukota London.  Kriteria yang dinilai antara lain dedikasi kepada lingkungan misalnya dalam hal kebersihan, keramahan dan layanan terhadap pelanggan/pembeli, kualitas produk yag dijual, serta komitmen terhadap masa depan kelestarian sumberdaya ikan, dan bahan baku ikan yang digoreng harus berasal dari perairan yang masih mempunyai sumberdaya ikan melimpah.  Pengumuman pemenang dilakukan oleh chef ternama pada akhir bulan Januari di London.

Cara Penggorengan

Secara tradisional, menggoreng fish and chips menggunakan lemak sapi atau babi, namun kini penggunaan minyak nabati lebih mendominasi.  Penggunaan lemak hewani untuk menggoreng tidak dapat menjangkau kaum vegetarian dan umat dengan agama tertentu, sehingga tidak dapat memperluas pasar.

Di AS,  penyajian fish and chips sedikit berbeda khususnya pada bentuk potongan kentang dan dilengkapi dengan salad dari kol dan wortel untuk menambah serat.

Gerai Fish and chips di Inggris

Penjualan fish and chips umumnya dalam kios, mobil, atau sarana lain dan umumnya untuk dibawa alias tidak dimakan di tempat.  Penjualan fish and chips diperkirakan menyerap sekitar 25 % dari ikan putih dan 10 % dari kentang yang dikonsumsi di Inggris

Di sejumlah daerah di Inggris, waktu mengkonsumsi fish and chips terkait dengan budaya.  Penganut agama Katolik Roma yang umumnya puasa daging merah pada hari Jum’at, maka mereka mengkonsumsi fish and chips. Tak heran apabila puncak penjualan fish and chips tertinggi umumnya pada Jum’at malam.

Harga menu Fish and chips tergantung kota, lokasi dan tempat penjualan.  Untuk penjualan di gerai atau chippy toko khusus fish and chips rata-ratanya harganya sekitar £3,3/ porsi, harga tertinggi di London £5.00, sedangkan di restoran berkisar £9.00.

Dari Inggris Untuk Indonesia

Fish and chips adalah cara praktis menyantap ikan dan penyiapannya relatif mudah.  Hal tersebut dapat menjadi pelajaran bagi Indonesia yang sedang mengkampanyekan konsumsi ikan, dan mengurangi tingkat konsumsi beras.  Sebagai gantinya, kita dapat mulai mengganti chips dari kentang ke umbi-umbian lain yang banyak berkembang di daerah. Soal rasa, dapat saja disesuaikan dengan selera dan budaya lokal.

Cara Penjualan Inovatif

Menyadari semakin banyaknya konsumen di AS yang kini lebih senang memasak di rumah, tidak makan di restoran dan mengurangi jumlah bepergian, beberapa supplier bahan pangan mulai adu kreatif untuk menjalankan roda bisnisnya. Layanan antar ke rumah menjadi pilihan favorit dari pebisnis mulai dari makanan siap santap ataupun bahan pangan yang belum diolah. Pesanan dapat disampaikan melalui berbagai cara diantaranya telpon, sms, surat elektronik, ataupun media jejaring sosial.

 Menerbangkan Ikan dari Pantai ke Pantai

Santa Monica Seafood yang berbasis di California telah menjalankan bisnis layanan antar produk perikanan dan kekerangan ke sejumlah restoran dan perusahaan jasaboga lainnya di seluruh wilayah di California Selatan dan Las Vegas, Nevada lebih dari 70 tahun, semenjak alat komunikasi masih sederhana.

Kini perusahaan tersebut mempunyai program baru dengan judul SMS Chef Express yang mampu mengantarkan produk perikanan berkualitas sangat baik ke seluruh penjuru Amerika Serikat. Bekerjasama dengan perusahaan layanan kurir Federal Express (FEDEX) prioritas layanan 1 malam, SMS Chef Express menerima order mulai Senin – Kamis untuk pengiriman produk pada Selasa – Jumat. Order diterima sebelum pukul 12.30 siang setiap harinya, dan umumnya produk akan diterima keesokan harinya sebelum pukul 10.30.

Promosi yang diusung perusahaan tersebut adalah “ agen penjualan kami adalah pakar seafood dan kuliner sehingga dapat mengidentifikasi produk yang paling tepat dan sesuai

kepada bisnis dan menu anda”. Selain itu, perusahaan tersebut membebaskan ongkos kirim untuk order perdana senilai minimum US$ 250. Perusahaan tersebut mengembangkan sebuah kemasan yang dapat mempertahankan kesegaran ikan hingga ke tangan konsumen sama seperti ketika produk tersebut meninggalkan perusahaan.

 (Sumber: Seafood International, dll)

Peraturan Pelabelan

Di Inggris dan Irlandia, terdapat sebuah peraturan terkait dengan pelabelan ikan yaitu, Fish Labelling Regulations yang berlaku mulai tahun 2003 yang merupakan penjabaran dari peraturan Uni Eropa 2065/2001/EC.  Penjualan ikan harus menyebutkan nama spesiesnya, jadi misalnya gorengan ikannya adalah dari jenis cod maka judul yang harus diusung adalah Cod and Chips bukan lagi Fish and chips.  Badan Standar Pangan juga memberlakukan peraturan yang sama dengan mengecualikan untuk perusahaan jasa boga.  Namun demikian, sejumlah standar perdagangan dari otoritas lokal juga mensyaratkan yang sama, tidak boleh lagi hanya sekedar fish and chips. Dalam praktiknya, aturan tersebut tidak mudah dilaksanakan.  Umumnya restoran atau chippy yang menyediakan menu fish and chips dengan pilihan beberapa jenis ikan tetap mengusung nama fish and chips, dan pelanggan tinggal memilih jenis ikan yang diinginkan.

Sumber: http://www.wpi.kkp.go.id/?p=827#more-827

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s